Ada anggapan, semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa daripada orang dewasa. Ada pula yang berpendapat, belajar bahasa asing sejak dini bukan jaminan. Sementara yang lain bilang, keberhasilan belajar bahasa asing sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya. Mana yang benar? E. Kosasih, mahasiswa Pengajaran Bahasa pada Program Pascasarjana IKIP Bandung, dan wartawan Intisari A. Hery Suyono menuturkannya berikut ini Belakangan ini aneka kursus bahasa asing, terutama Inggris, kian semarak. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lembaga persekolahan pun tak mau ketinggalan zaman. Pengajaran bahasa Inggris yang semula hanya dikenal di tingkat SMTP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak-Kanak. Fenomena seperti itu antara lain terpacu oleh obsesi orang tua yang menghendaki anaknya cepat bisa berbahasa asing. Mereka berpandangan, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah ia menguasai bahasa itu. Lalu, bagaimana pendapat para pakar bahasa?
Masa emas belajar bahasa
Beberapa pakar bahasa mendukung pandangan “semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah anak menguasai bahasa itu”. Misalnya, McLaughlin dan Genesee menyatakan bahwa anak-anak lebih cepat memperoleh bahasa tanpa banyak kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa. Demikian pula Eric H. Lennenberg, ahli neurologi, berpendapat bahwa sebelum masa pubertas, daya pikir (otak) anak lebih lentur. Makanya, ia lebih mudah belajar bahasa. Sedangkan sesudahnya akan makin berkurang dan pencapaiannya pun tidak maksimal. Dr. Bambang Kaswanti Purwo, ketua Program Studi Linguistik Terapan Bahasa Inggris, Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, dalam tulisannya Pangajaran Bahasa Inggris di SD dan SMTP, menyebut bahwa usia 6 – 12 tahun, merupakan masa emas atau paling ideal untuk belajar bahasa selain bahasa ibu (bahasa pertama). Alasannya, otak anak masih plastis dan lentur, sehingga proses penyerapan bahasa lebih mulus. Lagi pula daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara otomatis. Cukup dengan pemajanan diri (self-exposure) pada bahasa tertentu, misalnya ia tinggal di suatu lingkungan yang berbahasa lain dari bahasa ibunya, dengan mudah anak akan dapat menguasai bahasa itu. Masa emas itu sudah tidak dimiliki oleh orang dewasa. Namun, bukan berarti orang dewasa tidak mampu menguasai bahasa kedua (bahasa asing). Lenneberg mengemukakan, orang dewasa dengan inteligensia rata-rata pun mampu mempelajari bahasa kedua selewat usia 20 tahun. Bahkan ada yang mampu belajar berkomunikasi bahasa asing pada usia 40 tahun. Kenyataan itu tidaklah bertentangan dengan hipotesis mengenai batasan usia untuk penguasaan bahasa karena penataan bahasa pada otak sudah terbentuk pada masa kanak-kanak. Hanya saja lewat masa pubertas terjadi “hambatan pembelajaran bahasa” (language learning blocks). “Jadi, maklum bila belajar bahasa selewat masa pubertas, justru lebih repot daripada ketika usia lima belas atau lima tahun,” ujar Bambang. Pada penguasaan bahasa pertama dikenal istilah “masa kritis” (critical period). Pada penguasaan bahasa kedua (bahasa asing) terdapat istilah “masa peka” (sensitive period). Berdasarkan penelitian Patkowski, masa peka penguasaan sintaksis bahasa asing adalah masa sampai usia 15 tahun. Anak yang dihadapkan pada bahasa asing sebelum usia 15 tahun mampu menguasai sintaksis bahasa asing seperti penutur asli. Sebaliknya, pada orang dewasa hampir tak mungkin aksen bahasa asing dapat dikuasai. Lebih detail dipaparkan oleh peneliti lain. Penelitian Fathman terhadap 200 anak berusia 6 – 15 tahun yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di sekolah di AS, menunjukkan bahwa anak yang lebih muda (usia 6 – 10 tahun) lebih berhasil pada penguasaan fonologi (tata bunyi) bahasa Inggris. Sedangkan pada anak lebih tua (11 – 15 tahun) lebih berhasil pada penguasaan morfologi (satuan bentuk bahasa terkecil) dan sintaksisnya (susunan kata dan kalimat).
Masih tentang penguasaan aspek tertentu dari bahasa asing dalam
kaitannya dengan faktor usia, Scovel menyebutkan, kemampuan untuk
menguasai aksen bahasa asing berakhir sekitar usia 10 tahun. Sedangkan
penguasaan kosa kata dan sintaksis, menurut catatannya, tidak mengenal
batasan usia.
Pro-kontra periode kritis
Masa ideal anak belajar bahasa bertolak dari apa yang disebut periode
kritis bagi penguasaan bahasa ibu. Periode kritis sebenarnya masih
berupa hipotesis bahwa dalam perjalanan hidup manusia terdapat jadwal
biologis yang menentukan masa-masa kegiatan seseorang (Brown, 1994).
Periode kritis sering dihubung-hubungkan dengan proses pembelahan antara
otak kiri dengan otak kanan. Hasil penelitian neurologis menyebutkan,
pada usia menjelang dewasa, fungsi-fungsi kemanusiaan terbagi atas dua
bagian. Fungsi intelektual, logika, analisis, dan kemampuan berbahasa
berada pada otak bagian kiri. Sedangkan fungsi yang berhubungan dengan
emosi dan fungsi lain yang bersifat sosial dikendalikan oleh belahan
otak kanan. Ketika memasuki proses pembelahan otak itulah, menurut para
pakar anatomi bahasa, masa peka bahasa itu berlangsung.
Setelah proses “penyebelahan” (lateralization) otak selesai, menurut
hipotesis Lenneberg, perkembangan bahasa cenderung menjadi “beku”.
Keterampilan dasar yang belum dapat dicapai pada masa itu (kecuali untuk
artikulasi) biasanya akan tetap tidak sempurna.
Kapan tepatnya proses terjadinya masa pembelahan otak, masih terdapat
ketidaksepakatan di antara para ahli. Pandangan-pandangan yang
berseberangan antara lain dikemukakan oleh Sorenson dan Jane Hill.
Menurut penelitian Sorenson terhadap suku Tukaro di Amerika Selatan,
menjelang usia dewasa masyarakat Tukaro paling tidak sudah menguasai dua
atau tiga dari 24 bahasa yang biasanya mereka pergunakan. Yang lebih
mengherankan lagi, jumlah penguasaan bahasa itu malahan semakin banyak
dan lebih sempurna ketika mereka menjelang usia tua.
Bukti lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya terhadap masyarakat
Barat, Jane Hill berkesimpulan bahwa dalam perkembangan normal seseorang
dapat mempelajari bahasa asing dengan sempurna, terlepas dari apakah ia
berusia muda atau tua.
Proses pembelahan otak, menurut Eric Lenneberg, terjadi sejak anak
berusia dua tahun dan berakhir menjelang pubertas. Sedangkan Norwan
Geshwind berpendapat, pembelahan otak (periode kritis) usai jauh sebelum
masa pubertas. Lebih ekstrem lagi pendapat Stephen Krashen, yakni proses
pembelahan itu berakhir sewaktu anak berusia lima tahun.
Dengan demikian, jelas bahwa hipotesis periode kritis tidak bisa
dijadikan kriteria keberhasilan pengajaran bahasa kedua atau bahasa
asing. Keberhasilan seseorang belajar bahasa asing, menurut Gardner dan
Lambert, tidak tergantung pada kemampuan intelektual atau kecakapan
bawaan berbahasa, tetapi sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan
berkomunikasi dalam lingkungannya.
Bukan jaminan
Sejak masuk SD bahkan TK, anak sudah “dituntut” menguasai lebih dari
satu bahasa; bahasa daerah dan Indonesia. Keduanya dipakai sebagai
bahasa pengantar dalam proses belajar-mengajar.
Betapa beratnya beban mereka, bila kemudian masih ditambah lagi belajar
bahasa Inggris. Empat bahasa harus mereka kuasai dalam satu periode,
misalnya.
Kenyataan itu bukannya menambah cepat anak menguasai bahasa asing. Di
samping akan menimbulkan beban psikologis, tak tertutup kemungkinan laju
perkembangan bahasa daerah dan nasional anak pun malahan terhambat, atau
justru merusak sistem-sistem bahasa yang terlebih dahulu dia kuasai.
Hal seperti itu tidak jauh berbeda dengan anak yang sedang belajar bola
tangan. Sebelum ia mahir bermain bola tangan, lalu ditimpa lagi dengan
permainan bola basket dan sepak bola. Pelatih tidak perlu heran apabila
kemudian si anak memasukkan bola dengan tangan ketika bertanding sepak
bola, atau menyundul dan menendang bola ketika anak bermain bola basket.
Jeperson jauh-jauh sebelumnya memperingatkan bahwa anak yang mempelajari
dua bahasa tidak akan dapat menguasai kedua bahasa itu dengan sama
baiknya. Juga tak akan sebaik mempelajari satu bahasa. Kerja otak untuk
menguasai dua bahasa akan menghambat anak untuk mempelajari hal lain
yang harus dia kuasai. Perkembangan bahasa anak terganggu, baik dalam
penggunaan kosa kata, struktur tata bahasa, bentuk kata, dan beberapa
penyimpangan bahasa lainnya.
Tidak terelakkan, dalam era global penguasaan bahasa Inggris hukumnya
wajib. Siapa yang ingin luas pergaulan, sukses berbisnis, maupun
menguasai ilmu pengetahuan mau tidak mau harus menguasai bahasa yang
satu ini. Namun, dalam penanaman kita dituntut sikap bijak dan tidak
tergesa-gesa.
Di samping perlu mempertimbangkan kemampuan anak, para orang tua
hendaknya memperhatikan pula kepentingan anak akan penguasaan bahasa
daerah dan nasional. Kedua bahasa itu tidak bisa dilepaskan begitu saja
dari fungsi keseharian dan tanggung jawab sosial anak. Sebab itu, akan
lebih baik bila bahasa Inggris atau bahasa asing lain diberikan setelah
bahasa daerah dan bahasa nasional terkuasai secara mantap. Pengajaran
bahasa asing dalam usia dini toh bukan jaminan mutlak keberhasilan
berbahasa pada anak.
Blog ini saya buat untuk sekedar berbagi informasi untuk beberapa komunitas yang saya geluti. Kita bisa berbagi informasi tentang komputer, bahasa Inggris dan petualangan.
Kamis, 30 Juli 2009
E-Learning Berbasis Blog
Transformasi kehidupan masyarakat Indonesia saat ini berkembang pesat, termasuk dalam hal teknologi. Termasuk pembelajaran melalui jaringan internet, atau yang sering kita sebut E-learning juga sudah berkembang lebih hebat lagi, di seluruh dunia sendiri kampus terkenal sudah menerapkan sistem e-learning baik menggunakan format website, pdf, flash, dan sistem ebook lainnya. Tidak hanya itu di kampus dalam negeri maupun Lembaga Pendidikan, namun yang perlu dilihat masih perlu banyak evaluasi terhadap sistem e-learning yang sudah ada.
Sistem kuliah yang tidak mesti lagi di kelas atau sebagai tambahan di kelas, sehingga cukup mempelajari mandiri modul-modul e-learning sudah tersedia di internet maupun intranet yang dibuat oleh dosen tersebut menjadi salah satu media yang berkembang saat ini. Semua materi di kelas sudah bisa ditransformasikan dalam bentuk e-learning.
Mahasiswa tidak sulit-sulit lagi untuk menggandakan diktat yang dimiliki oleh dosen, tetapi cukup membuka internet dan menuju alamat link e-learning yang diinginkan biasanya berada di website sekolah/kampus masing-masing atau menggunakan sistem inherent. Kemudahan akses teknologi seperti ini menjadikan informasi mata kuliah kita lebih mudah dipelajari lebih lanjut. Walaupun masih beberapa mata kuliah yang masih sulit untuk dibuatkan e-learningnya.
Namun tidak dipungkiri pula bahwa kekurangan yang dimiliki oleh metode e-learning itu terkesan kaku dan masih satu arah, tidak seperti di kelas, kemungkinan untuk melakukan interaksi dua arah antara dosen dan mahasiswa bisa terjadi. Ketika mahasiswa menanyakan sesuatu yang kurang dimengerti di penjelasan dosen, bisa ditanyakan atau didiskusikan bersama.
Jika e-learning hanya berbasis pada materi-materi tanpa adanya interaksi seperti tanya-jawab kemungkinan e-learning akan seperti halnya halaman-halaman website biasa yang bisa diakses setiap orang. Dan mahasiswa cenderungnya ketika membaca akan melupakan, dan terasa bosan karena berlangsung satu arah.
Sehingga saatnya dibutuhkan e-learning yang interaktif. Interaktif seperti apa? Ada tanya-jawab di dalamnya, atau ada informasi dari dua arah dan bisa saling bertukar pikiran dan pendapat. Apa harus tatap muka kembali?
Sebenarnya ada layanan pembelajaran yang lebih interaktif lagi melalui teleconference, tapi pembiayaan cukup besar, waktu yang sedikit, dibutuhkan juga penjadwalan dan membutuhkan bandwidth yang besar untuk melaksanakan metode pembelajaran seperti ini. Memang bagus tetapi membutuhkan energi yang cukup banyak.
Maka dari itu, sebenarnya e-learning yang dibutuhkan tidak berbiaya mahal seperti teleconference, tetapi menjadikan e-learning itu interaktif sudah cukup. E-learning yang ada kolom komentarnya ataupun tempat dimana bisa berinteraksi. Fungsi dari kolom itu bisa bertanya, memberikan sanggahan, pendapat, berdiskusi dan lainnya.
Dengan kata lain menjadikan e-learning berbasis blog. Seperti halnya trend blog saat ini, yang ada saling interaksi antara pemilik blog dan pengunjung blog, di mana salah satu postingan (topik) pengunjung akan saling memberikan pendapatnya, dan bukan saja dari pemilik blog yang akan menjawab sesuai materi, tetapi pengunjung lainnya juga akan memberikan masukan. Sistem tanya-jawab demikian yang interaktif yang saat ini perlu dilakukan, tidak memerlukan keseringan pemilik blog untuk sering membuka websitenya, cukup orang-orang mengunjungi blognya yang akan saling berinteraksi.
Demikian halnya format e-learning yang berbasis blog nantinya, seorang guru/dosen bisa lebih berinteraksi dengan mahasiswanya lewat kolom komentar di setiap materi e-learningnya dengan muda. Apa yang ditanyakan mahasiswanya bisa langsung dijawab. Atau mahasiswa-mahasiswanya disuruh diskusi juga bisa terjadi di situ.
Sistem ini juga tidak mengharuskan dosen selalu stand by di depan komputer untuk menjawab pertanyaan mahasiswanya tetapi cukup mahasiswa yang paham akan memberikan solusi dari pertanyaan yang diajukan. Sehingga interaksi yang tercipta dari semuanya, malah bisa jadi bukan mahasiswa tapi pengunjung lainnya juga bisa memberikan pendapatnya.
Diharapkan sistem e-learning berbasis blog ini sangat interaktif bisa memberikan manfaat tidak hanya mahasiswa ataupun dosen tetapi perkembangan pendidikan di Indonesia.
Sistem kuliah yang tidak mesti lagi di kelas atau sebagai tambahan di kelas, sehingga cukup mempelajari mandiri modul-modul e-learning sudah tersedia di internet maupun intranet yang dibuat oleh dosen tersebut menjadi salah satu media yang berkembang saat ini. Semua materi di kelas sudah bisa ditransformasikan dalam bentuk e-learning.
Mahasiswa tidak sulit-sulit lagi untuk menggandakan diktat yang dimiliki oleh dosen, tetapi cukup membuka internet dan menuju alamat link e-learning yang diinginkan biasanya berada di website sekolah/kampus masing-masing atau menggunakan sistem inherent. Kemudahan akses teknologi seperti ini menjadikan informasi mata kuliah kita lebih mudah dipelajari lebih lanjut. Walaupun masih beberapa mata kuliah yang masih sulit untuk dibuatkan e-learningnya.
Namun tidak dipungkiri pula bahwa kekurangan yang dimiliki oleh metode e-learning itu terkesan kaku dan masih satu arah, tidak seperti di kelas, kemungkinan untuk melakukan interaksi dua arah antara dosen dan mahasiswa bisa terjadi. Ketika mahasiswa menanyakan sesuatu yang kurang dimengerti di penjelasan dosen, bisa ditanyakan atau didiskusikan bersama.
Jika e-learning hanya berbasis pada materi-materi tanpa adanya interaksi seperti tanya-jawab kemungkinan e-learning akan seperti halnya halaman-halaman website biasa yang bisa diakses setiap orang. Dan mahasiswa cenderungnya ketika membaca akan melupakan, dan terasa bosan karena berlangsung satu arah.
Sehingga saatnya dibutuhkan e-learning yang interaktif. Interaktif seperti apa? Ada tanya-jawab di dalamnya, atau ada informasi dari dua arah dan bisa saling bertukar pikiran dan pendapat. Apa harus tatap muka kembali?
Sebenarnya ada layanan pembelajaran yang lebih interaktif lagi melalui teleconference, tapi pembiayaan cukup besar, waktu yang sedikit, dibutuhkan juga penjadwalan dan membutuhkan bandwidth yang besar untuk melaksanakan metode pembelajaran seperti ini. Memang bagus tetapi membutuhkan energi yang cukup banyak.
Maka dari itu, sebenarnya e-learning yang dibutuhkan tidak berbiaya mahal seperti teleconference, tetapi menjadikan e-learning itu interaktif sudah cukup. E-learning yang ada kolom komentarnya ataupun tempat dimana bisa berinteraksi. Fungsi dari kolom itu bisa bertanya, memberikan sanggahan, pendapat, berdiskusi dan lainnya.
Dengan kata lain menjadikan e-learning berbasis blog. Seperti halnya trend blog saat ini, yang ada saling interaksi antara pemilik blog dan pengunjung blog, di mana salah satu postingan (topik) pengunjung akan saling memberikan pendapatnya, dan bukan saja dari pemilik blog yang akan menjawab sesuai materi, tetapi pengunjung lainnya juga akan memberikan masukan. Sistem tanya-jawab demikian yang interaktif yang saat ini perlu dilakukan, tidak memerlukan keseringan pemilik blog untuk sering membuka websitenya, cukup orang-orang mengunjungi blognya yang akan saling berinteraksi.
Demikian halnya format e-learning yang berbasis blog nantinya, seorang guru/dosen bisa lebih berinteraksi dengan mahasiswanya lewat kolom komentar di setiap materi e-learningnya dengan muda. Apa yang ditanyakan mahasiswanya bisa langsung dijawab. Atau mahasiswa-mahasiswanya disuruh diskusi juga bisa terjadi di situ.
Sistem ini juga tidak mengharuskan dosen selalu stand by di depan komputer untuk menjawab pertanyaan mahasiswanya tetapi cukup mahasiswa yang paham akan memberikan solusi dari pertanyaan yang diajukan. Sehingga interaksi yang tercipta dari semuanya, malah bisa jadi bukan mahasiswa tapi pengunjung lainnya juga bisa memberikan pendapatnya.
Diharapkan sistem e-learning berbasis blog ini sangat interaktif bisa memberikan manfaat tidak hanya mahasiswa ataupun dosen tetapi perkembangan pendidikan di Indonesia.
Simple Present Tense
Simple Present Tense
I sing
How do we make the Simple Present Tense?
subject + auxiliary verb + main verb
do base
There are three important exceptions:
1. For positive sentences, we do not normally use the auxiliary.
2. For the 3rd person singular (he, she, it), we add s to the main verb or es to the auxiliary.
3. For the verb to be, we do not use an auxiliary, even for questions and negatives.
Look at these examples with the main verb like:
subject auxiliary verb main verb
+ I, you, we, they like coffee.
He, she, it likes coffee.
- I, you, we, they do not like coffee.
He, she, it does not like coffee.
? Do I, you, we, they like coffee?
Does he, she, it like coffee?
Look at these examples with the main verb be. Notice that there is no auxiliary:
subject main verb
+ I am French.
You, we, they are French.
He, she, it is French.
- I am not old.
You, we, they are not old.
He, she, it is not old.
? Am I late?
Are you, we, they late?
Is he, she, it late?
How do we use the Simple Present Tense?
We use the simple present tense when:
* the action is general
* the action happens all the time, or habitually, in the past, present and future
* the action is not only happening now
* the statement is always true
John drives a taxi.
past present future
It is John's job to drive a taxi. He does it every day. Past, present and future.
Look at these examples:
* I live in New York.
* The Moon goes round the Earth.
* John drives a taxi.
* He does not drive a bus.
* We do not work at night.
* Do you play football?
Note that with the verb to be, we can also use the simple present tense for situations that are not general. We can use the simple present tense to talk about now. Look at these examples of the verb "to be" in the simple present tense - some of them are general, some of them are now:
Am I right?
Tara is not at home.
You are happy.
past present future
The situation is now.
I am not fat.
Why are you so beautiful?
Ram is tall.
past present future
The situation is general. Past, present and future.
WSM Image
This page shows the use of the simple present tense to talk about general events. But note that there are some other uses for the simple present tense, for example in conditional or if sentences, or to talk about the future. You will learn about those later.
I sing
How do we make the Simple Present Tense?
subject + auxiliary verb + main verb
do base
There are three important exceptions:
1. For positive sentences, we do not normally use the auxiliary.
2. For the 3rd person singular (he, she, it), we add s to the main verb or es to the auxiliary.
3. For the verb to be, we do not use an auxiliary, even for questions and negatives.
Look at these examples with the main verb like:
subject auxiliary verb main verb
+ I, you, we, they like coffee.
He, she, it likes coffee.
- I, you, we, they do not like coffee.
He, she, it does not like coffee.
? Do I, you, we, they like coffee?
Does he, she, it like coffee?
Look at these examples with the main verb be. Notice that there is no auxiliary:
subject main verb
+ I am French.
You, we, they are French.
He, she, it is French.
- I am not old.
You, we, they are not old.
He, she, it is not old.
? Am I late?
Are you, we, they late?
Is he, she, it late?
How do we use the Simple Present Tense?
We use the simple present tense when:
* the action is general
* the action happens all the time, or habitually, in the past, present and future
* the action is not only happening now
* the statement is always true
John drives a taxi.
past present future
It is John's job to drive a taxi. He does it every day. Past, present and future.
Look at these examples:
* I live in New York.
* The Moon goes round the Earth.
* John drives a taxi.
* He does not drive a bus.
* We do not work at night.
* Do you play football?
Note that with the verb to be, we can also use the simple present tense for situations that are not general. We can use the simple present tense to talk about now. Look at these examples of the verb "to be" in the simple present tense - some of them are general, some of them are now:
Am I right?
Tara is not at home.
You are happy.
past present future
The situation is now.
I am not fat.
Why are you so beautiful?
Ram is tall.
past present future
The situation is general. Past, present and future.
WSM Image
This page shows the use of the simple present tense to talk about general events. But note that there are some other uses for the simple present tense, for example in conditional or if sentences, or to talk about the future. You will learn about those later.
Flash Flayer
File Flash di dunia maya banyak sekali, ada beberapa yang dibuat untuk keperluan pendidikan sehingga dari file yang ada dapat kita gunakan sebagai bahan dalam membuat media ajar agar dapat memberi ilmu bagi murid denganbahan multimedia yang interaktif.
File flash biasanya berekstensi swf atau ***.swf, bagi kita yang awam bagaimana mengetahui bahwa fie itu fie flash. Cara yang paling mudah adalah halaman web ada gambar atau mirip gambar kartun,
Beberapa flash file bisa kita simpan dan kita jalankan tanpa harus online, bahkan bisa kita masukkan ke powerpoint agar bisa kita beri tambahan penjelasan bagi bahan ajar yang kita buat.
Cara menyimpan file flash yang kita lihat di halaman web adalah :
1. Browser yang kita gunakan sebaiknya firefox (alasannya adalah bahwa saya tidak tahu bagaimana mengambil dan menyimpan file flash dengan menggunaka browser lain)
2. Jika sudah dipastikan sebuah halaman web memiliki file flash, di menu atas firefox ada tab Tools, klik tab tersebut.
3. setelah diklik muncul tampilan sub menu, pilih page info.dan klik submenu tersebut.
4. Setelah terpilih, maka akan muncul popup dengan beberapa tab, pilih tab media dan klik tab tersebut.
5. Dalam tab media, terisi dengan link address dan perhatikanlah file yang berekstensi swf, dan dalam address tersebut typenya adalah embed.
6. Jika sudah ditemukan klik kotak “save as”, otomatis firefox akan mendownload file tersebut.
7. Setelah file terdownload dengan sempurna, lihat hasil download lewak kotak “Download” atau dari folder tempat menyimpan file tersebut.
8. Klik file yang telah kita download dan perhatikan apakah bisa dijalankan di browser atau tidak, jika bisa maka, file flash itu dapat kita jalankan tanpa perlu kita online.
Cara memasukkan file flash ke dalam powerpoint.
Sebenarnya ada beberapa yang bisa dilakukan, ini aalah salah satu contoh saja.
1. Powerpoint secara default tidak menampilkan kemampuan memuat file fash, namun secara keseluruhan bisa digunakan dengan beberapa cara.
2. Cara termudah bagi penulis adah dengan menggunakan software ispring yang bisa didownloads dari http://www.ispring.com pilih ispring yang freeware saja, karena itu cukup untuk digunakan.
3. ispring adaah software add on bagi powerpoin, jadi setelah diinstal, software tersebut bisa kita jumpai di powerpoint.
3. untuk memasukkan file flash ke powerpoint, cukup mengklik tab ispring dan dalam submenunya akan ada tombol flash. klik tombol tersebut dan pilih serta masukkan file flashnya
4. file yang sudah masuk ke powerpoint dapat diperbesar atau diperkecil dengan men-drag file yang dimaksud.
5. Jangan lupa tekan tombol f5 untuk menjalankan power point yang berisi file flash tadi.
Selamat mencoba.
File flash biasanya berekstensi swf atau ***.swf, bagi kita yang awam bagaimana mengetahui bahwa fie itu fie flash. Cara yang paling mudah adalah halaman web ada gambar atau mirip gambar kartun,
Beberapa flash file bisa kita simpan dan kita jalankan tanpa harus online, bahkan bisa kita masukkan ke powerpoint agar bisa kita beri tambahan penjelasan bagi bahan ajar yang kita buat.
Cara menyimpan file flash yang kita lihat di halaman web adalah :
1. Browser yang kita gunakan sebaiknya firefox (alasannya adalah bahwa saya tidak tahu bagaimana mengambil dan menyimpan file flash dengan menggunaka browser lain)
2. Jika sudah dipastikan sebuah halaman web memiliki file flash, di menu atas firefox ada tab Tools, klik tab tersebut.
3. setelah diklik muncul tampilan sub menu, pilih page info.dan klik submenu tersebut.
4. Setelah terpilih, maka akan muncul popup dengan beberapa tab, pilih tab media dan klik tab tersebut.
5. Dalam tab media, terisi dengan link address dan perhatikanlah file yang berekstensi swf, dan dalam address tersebut typenya adalah embed.
6. Jika sudah ditemukan klik kotak “save as”, otomatis firefox akan mendownload file tersebut.
7. Setelah file terdownload dengan sempurna, lihat hasil download lewak kotak “Download” atau dari folder tempat menyimpan file tersebut.
8. Klik file yang telah kita download dan perhatikan apakah bisa dijalankan di browser atau tidak, jika bisa maka, file flash itu dapat kita jalankan tanpa perlu kita online.
Cara memasukkan file flash ke dalam powerpoint.
Sebenarnya ada beberapa yang bisa dilakukan, ini aalah salah satu contoh saja.
1. Powerpoint secara default tidak menampilkan kemampuan memuat file fash, namun secara keseluruhan bisa digunakan dengan beberapa cara.
2. Cara termudah bagi penulis adah dengan menggunakan software ispring yang bisa didownloads dari http://www.ispring.com pilih ispring yang freeware saja, karena itu cukup untuk digunakan.
3. ispring adaah software add on bagi powerpoin, jadi setelah diinstal, software tersebut bisa kita jumpai di powerpoint.
3. untuk memasukkan file flash ke powerpoint, cukup mengklik tab ispring dan dalam submenunya akan ada tombol flash. klik tombol tersebut dan pilih serta masukkan file flashnya
4. file yang sudah masuk ke powerpoint dapat diperbesar atau diperkecil dengan men-drag file yang dimaksud.
5. Jangan lupa tekan tombol f5 untuk menjalankan power point yang berisi file flash tadi.
Selamat mencoba.
Selasa, 28 Juli 2009
Belajar Listening

Kali ini saya ingin menjelaskan lebih banyak lagi tips untuk melatih pendengaran kita agar terbiasa dengan bahasa inggris untuk itu kali ini saya bagi menjadi dua bagian.
Pertama : Belajar listening dengan Lagu
Kedua : Belajar listening dengan Berita..
Sebenarnya saya juga pengin menjelaskan bagaimana dengan memanfaatkan film – tetapi sayangnya saya tidak begitu suka nonton film sehingga kurang valid rasanya bila saya yang menjelaskan. Mudah-mudahan ada pembaca yang mau berbagi di sini.. saya tunggu dan dengan senang hati akan saya posting disini.
Belajar listening dengan Lagu
1. Memilih lagu: apa saja yang perlu dipilih? Yang jelas lagunya harus bisa didengarkan.. : ) Lho emang ada yang tidak bisa didengarkan? Ya, ada saja … lagu-lagu trash metal dan rap yang terlalu cepat benar-benar tidak bisa didengarkan syairnya.. karena terkadang kalah dengan ingar bingar musiknya.
Selanjutnya, pronouncation (pengucapan) dari sang penyanyi harus jelas untuk itu memang kita perlu pilih-pilih. Pengalaman saya selama ini, biasanya, sekali lagi biasanya.. penyanyi yang sehari-harinya tidak berbahasa inggris lebih jelas dalam pengucapannya. Misalnya lagu-lagu dari Michael Learn To Rock (MLTR), itu lumayan, Roxette, Scorpion dan artis-artis dari eropa timur juga bisa. Pengucapan mereka jelas sekali. Meski juga ada beberapa lagu dari penyayi dari inggris dan eropa yang “bisa didengarkan” seperti another day in paradise-nya Phil Collins, atau When the children cry-nya white lion (silahkan dicari di mbah gugel pasti ketemu).
2. Medengarkannya saja!: ya benar-benar mendengarkan saja lagu-lagu yang telah anda kumpulkan itu – dalam bahasa inggrisnya just hear not listen! . Putarlah beberapa kali lagu tersebut.. sambil sesekali ikut menirukan. Hal ini adalah untuk membiasakan telinga anda dengan pengucapan bahasa inggris.
3. Saatnya Menyimak!: ingat mendengar tidak sama dengan menyimak. Mendengar dalam bahasa inggris hear sedangkan menyimak adalah listen. Dalam kegiatan ini anda perlu membawa catatan kecil. Dengarkan dengan seksama lagunya, selanjutny catat beberapa kosakata yang tidak anda ketahui, sekali lagi catat yang tidak anda ketahui saja.
4. Cari di kamus!: setelah kegiatan ketiga tersebut di atas, maka selanjutnya anda cari di kamus kata-kata yang tidak anda ketahui. Yang perlu anda perhatikan adalah arti satu kata adalah tergantung dari konteks kalimatnya. Seperti kata take, bisa berarti mengambil atau bahkan minum obat.
5. Tulis semua lirik : jika semua kata yang sukar telah anda temukan dan catat. Maka selanjutnya adalah mendengarkan sekali lagi lagu tersebut, selanjutnya usahakan tulis lirik tersebut secara utuh. Kemudian coba artikan secara keseluruhan, apa tidak ada yang janggal antara satu kalimat dengan yang lain. Kalau pengin lebih akurat coba anda cari di mabh gugel dan cocokkan… kalo lagunya nggak terlalu baru saya kira pasti akan ketemu… kalo belum ada ya punya anda diposting di blog ini saja
Happy listening!
Cara Kerja Internet
Dapatkah Anda bayangkan bagaimana dunia Internet sebenarnya? Marilah kita urai satu per satu. Dunia Internet juga memiliki daratan, kota, dan penduduk seperti halnya dunia sungguhan. Pulau-pulau, daratan besar, dan benua di dunia Internet adalah ruangan-ruangan NOC dan data center dari penyedia jasa backbone Internet di seluruh dunia atau sering disebut dengan istilah Network Access Point (NAP) Provider. ISP-ISP yang berada di bawah penyedia jasa backbone Internet ini adalah kota-kota besar dan kota metropolitannya.ISP sebagai kota metropolitan isinya juga terdiri dari kota-kota kecil dan area-area lainnya. Kota-kota kecil dan area lain, yaitu server-server dan perangkat jaringan yang jumlahnya sangat banyak yang bertugas sebagai pelayan para pengguna. Point Of Presence (POP) milik ISP yang tersebar di area sekitar ISP juga merupakan kota-kota kecil di dalam ISP. Di dalam kota-kota kecil tersebut, terdapatlah penduduk yang beraktivitas di dalamnya. Penduduk dari dunia Internet ini adalah Anda para pengguna Internet, yang seluruhnya adalah juga penduduk dunia nyata.
Di dalam dunia Internet komunikasi antarpenduduk juga merupakan kebutuhan vital. Bukan hanya vital, justru keperluan berkomunikasilah sumber dan cikal bakal dari terciptanya dunia Internet. Untuk dapat melayani penduduknya berkomunikasi, dibuatlah jalan-jalan penghubungnya. Jalan penghubung dunia Internet adalah media komunikasi data yang jenisnya sangat banyak.
Sebuah jalan kecil dan setapak mungkin dapat dibentuk oleh sebuah line telepon yang biasa ada di rumah-rumah Anda. Jalan yang agak besar mungkin dapat dibentuk oleh koneksi leased line, ADSL, Cable, ISDN, dan banyak lagi. Jalan raya yang besar mungkin bisa Anda bangun dengan koneksi E1 2 Mbps, Fiber Optic, koneksi Fast ethernet, dan banyak lagi. Jalan udara yang tidak berkelok-kelok dapat digunakan media wireless. Semua koneksi tersebut adalah pembuka jalur komunikasi ke dunia Internet.
Namun, sampai di sini cara kerja dunia Internet mulai berbeda dengan dunia nyata. Jalan-jalan yang di bentuk di dunia Internet harus terkoneksi ke kota-kota kecil, yaitu server-server remote access dan perangkat jaringan. Perangkat tersebut adanya di ISP, ibu kota dari penduduk tersebut. Dengan demikian, semua komunikasi yang terjadi antarpara penduduk di Internet harus melewati ibu kotanya dulu. Baik penduduk yang ada di satu kota maupun dengan penduduk yang ada di belahan Bumi lainnya.
Jika masih dalam satu kota, ISP tidak perlu melempar sesi komunikasi penduduknya keluar benua, karena jika masih satu daerah biasanya ada jalan singkat menuju ke situs lokal. Jalan singkat inilah yang sering kita kenal dengan istilah Internet Exchange.
Internet Exchange merupakan kumpulan dari seluruh ISP yang ada di sebuah daerah. Tujuannya adalah agar jalur komunikasi dalam sebuah geografis yang sama tidak perlu dilarikan ke luar benua Internet. Di Indonesia, Internet Exchange-nya adalah bernama Indonesia Internet Exchange (IIX).
Jalan singkat lain juga dapat terbentuk kalau sebuah ISP memiliki jalur pribadi khusus yang menghubungkannya dengan ISP lain. Jalur pribadi ini sering disebut dengan istilah Private peering. Jalur ini bagaikan jalan tol lintas provinsi yang dapat langsung menghubungkan penduduk di dalamnya tanpa harus berkelok-kelok lagi.
Bagaimana jika situs yang ingin dituju ternyata berada di benua Internet lain? Mau tidak mau ISP harus melempar sesi komunikasi tersebut ke benua Internet yang terdekat ke situs tersebut. Atau paling tidak ke NAP-NAP provider yang berada di atas ISP tersebut. Kemudian NAP provider-lah yang membangun jalur komunikasi antarbenua Internet lain dan mencarikan jalan terbaik menuju ke situs tujuan.
Untuk menuju ke sebuah situs tujuan tentu juga akan melewati benua-benua dan juga kota-kota lain di belahan dunia Internet lain. Begitu seterusnya sehingga dunia Internet terbentuk sedemikian besarnya saat ini. Jadi inti sebenarnya Internet adalah merupakan kumpulan dari jaringan-jaringan kecil yang dijadikan satu.
Untuk melayani penggunanya untuk berkomunikasi dengan situs atau pengguna yang berada di benua lain, ISP harus memiliki sebuah komponen penting, yaitu informasi rute menuju ke lokasi yang diinginkan penggunanya. ISP tempat Anda terkoneksi mutlak harus mengetahui jalur-jalur mana saja yang dapat digunakan untuk menyambungkan komunikasi para penggunanya. Jalan-jalan yang banyak terbentang di dunia Internet mau tidak mau harus dikumpulkan oleh ISP untuk kemudian disimpan atau disebarkan lagi ke
penggunanya.
Proses pengumpulan dan maintenance informasi rute inilah yang terpenting dalam proses terjadinya Internet. Terjadinya proses ini merupakan tugas utama dari sebuah routing protocol. Untuk menangani tugas ini, dunia Internet mempercayakan satu nama routing protocol, yaitu BGP.
Apakah BGP?
Border Gateway Protocol atau yang sering disingkat BGP merupakan salah satu jenis routing protocol yang ada di dunia komunikasi data. Sebagai sebuah routing protocol, BGP memiliki kemampuan melakukan pengumpulan rute, pertukaran rute dan menentukan rute terbaik menuju ke sebuah lokasi dalam jaringan. Routing protocol juga pasti dilengkapi dengan algoritma yang pintar dalam mencari jalan terbaik. Namun yang membedakan BGP dengan routing protocol lain seperti misalnya OSPF dan IS-IS ialah, BGP termasuk dalam kategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP). Apa lagi itu EGP?
Sesuai dengan namanya, Exterior, routing protocol jenis ini memiliki kemampuan melakukan pertukaran rute dari dan ke luar jaringan lokal sebuah organisasi atau kelompok tertentu. Organisasi atau kelompok tertentu diluar organisasi pribadi sering disebut dengan istilah autonomous system (AS). Maksudnya rute-rute yang dimiliki oleh sebuah AS dapat juga dimiliki oleh AS lain yang berbeda kepentingan dan otoritas. Begitu juga dengan AS tersebut dapat memiliki rute-rute yang dipunya organisasi lain. Apa untungnya organisasi lain memiliki rute milik organisasi Anda dan sebaliknya?
Keuntungannya adalah organisasi Anda bisa dikenal oleh organisasi-organisasi lain yang Anda kirimi rute. Setelah dikenali rute-rute menuju lokasi Anda, banyak orang yang dapat berkomunikasi dengan Anda. Selain itu, Anda juga menerima rute-rute menuju ke organisasi lain, sehingga Anda juga dapat membangun komunikasi dengan para pengguna yang tergabung di organisasi lain. Dengan demikian, komunikasi dapat semakin luas menyebar.
BGP dikenal sebagai routing protocol yang sangat kompleks dan rumit karena kemampuannya yang luar biasa ini, yaitu melayani pertukaran rute antarorganisasi yang besar. Routing protocol ini memiliki tingkat skalabilitas yang tinggi karena beberapa organisasi besar dapat dilayaninya dalam melakukan pertukaran routing, sehingga luas sekali jangkauan BGP dalam melayani para pengguna jaringan.
Apa yang akan terjadi jika banyak organisasi di dunia ini yang saling berkumpul dan bertukar informasi routing? Yang akan dihasilkan dari kejadian ini adalah INTERNET. Maka dari itu, tidak salah jika BGP mendapat julukan sebagai inti dari eksisnya dunia Internet.
Apakah Autonomous System?
Analogi Autonomous System atau sering disingkat AS adalah bagaikan sebuah perusahaan tempat Anda bekerja. Sebuah perusahaan memiliki peraturannya sendiri, memiliki struktur organisasi sendiri, memiliki produknya sendiri, memiliki gayanya sendiri dalam berbisnis dan memiliki privasinya sendiri. Semua itu, tidak perlu diketahui oleh orang lain di luar perusahaan Anda, bukan?.
Namun, apa jadinya jika perusahaan tersebut menghasilkan sebuah produk yang harus dijual ke masyarakat? Tentu pertama-tama produk itu haruslah diketahui orang lain di luar perusahaan tersebut. Produk hasilnya diketahui orang lain bukan berarti seluruh isi perut perusahaan tersebut bisa diketahui oleh pihak lain, bukan? Kira-kira analogi Autonomous System dalam BGP sama seperti ini.
Jaringan internal sebuah organisasi bisa terdiri dari berpuluh-puluh bahkan ratusan perangkat jaringan dan server. Semuanya bertugas melayani kepentingan organisasi tersebut, sehingga otoritas dan kontrolnya hanya boleh diatur oleh organisasi tersebut. Cisco System, sebuah perusahaan pembuat perangkat jaringan mendefinisikan Autonomous System sebagai “Sekumpulan perangkat jaringan yang berada di bawah administrasi dan strategi routing yang sama”.
Autonomous System biasanya ditentukan dengan sistem penomoran. Sistem penomoran AS di dunia Internet diatur oleh organisasi Internet bernama IANA. Apa dan bagaimana sistem penomoran AS number ini akan dibahas di bawah nanti?
Apa Analogi untuk BGP?
Jika AS diumpamakan sebagai sebuah perusahaan, routing protocol BGP dapat diumpamakan sebagai divisi marketing dan promosi dalam sebuah perusahaan. Divisi marketing memiliki tugas menginformasikan dan memasarkan produk perusahaan tersebut. Divisi marketing memiliki tugas menyebarkan informasi seputar produk yang akan dijualnya. Dengan berbagai siasat dan algoritma di dalamnya, informasi tersebut disebarkan ke seluruh pihak yang menjadi target pasarnya. Tujuannya adalah agar mereka mengetahui apa produk tersebut dan di mana mereka bisa mendapatkannya.
Selain itu, divisi marketing juga memiliki tugas melakukan survai pasar yang menjadi target penjualan produknya. Para pembeli dan pengecer produk juga akan memberikan informasi seputar keinginan dan kebutuhan mereka terhadap produk yang dijual perusahaan tersebut. Divisi marketing juga perlu mengetahui bagaimana kondisi, prosepek, rute perjalanan, karakteristik tertentu dari suatu daerah target penjualannya. Jika semua informasi tersebut sudah diketahui, maka akan diolah menjadi sebuah strategi marketing yang hebat.
BGP memiliki tugas yang kurang lebih sama dengan divisi marketing dan promosi pada sebuah perusahaan. Tugas utama dari BGP adalah memberikan informasi tentang apa yang dimiliki oleh sebuah organisasi ke dunia di luar. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan pada dunia luar alamat-alamat IP apa saja yang ada dalam jaringan tersebut. Setelah dikenal dari luar, server-server, perangkat jaringan, PC-PC dan perangkat komputer lainnya yang ada dalam jaringan tersebut juga dapat dijangkau dari dunia luar. Selain itu, informasi dari luar juga dikumpulkannya untuk keperluan organisasi tersebut berkomunikasi dengan dunia luar.
Dengan mengenal alamat-alamat IP yang ada di jaringan lain, maka para pengguna dalam jaringan Anda juga dapat menjangkau jaringan mereka. Sehingga terbukalah halaman web Yahoo, search engine Google, toko buku Amazon, dan banyak lagi.
Mengapa Menggunakan BGP?
BGP merupakan satu-satunya routing protocol yang dapat digunakan untuk menghubungkan dua organisasi besar yang berbeda kepentingan. Meskipun routing protocol jenis EGP bukan hanya BGP saja, namun tampaknya BGP sudah menjadi standar internasional untuk keperluan ini. Hal ini dikarenakan BGP memiliki fitur-fitur yang luar biasa banyak dan fleksibel.
Mulai dari pengaturan frekuensi routing update, sistem pembangunan hubungan dengan AS tetangga, sistem hello, policy-policy penyebaran informasi routing, dan banyak lagi fitur lain yang dapat Anda modifikasi dan utak-atik sendiri sesuai dengan selera. Maka dari itu BGP merupakan routing protocol yang dapat dikontrol sebebasbebasnya oleh pengguna. Dengan demikian, banyak sekali kebutuhan yang dapat terpenuhi dengan menggunakan BGP.
BGP juga sangat tepat jika sebuah perusahaan memiliki jalur menuju internet yang berjumlah lebih dari satu. Kondisi jaringan dimana memiliki jalur keluar lebih dari satu buah ini sering disebut dengan istilah multihoming. Jaringan multihoming pada umumnya adalah jaringan berskala sedang sampai besar seperti misalnya ISP, bank, perusahaan minyak multinasional, dan banyak lagi. Biasanya jaringan ini memiliki blok IP dan nomor AS sendiri.
Peranan BGP dalam jaringan multihoming ini sangat besar. Pertama, BGP akan berperan sebagai routing protocol yang melakukan pertukaran routing dengan ISP atau NAP yang berada di atas jaringan ini. Kedua, BGP dengan dipadukan oleh pengaturan policy-policynya yang sangat fleksibel dapat membuat sistem load balancing traffic yang keluar masuk. Bagaimana membuat sistem load balancing dengan menggunakan BGP akan dibahas pada artikel edisi berikutnya.
Selain itu, BGP juga merupakan routing protocol yang sangat reliable kerjanya. Hal ini dikarenakan BGP menggunakan protokol TCP untuk berkomunikasi dengan tetangganya
dalam melakukan pertukaran informasi. TCP merupakan protokol yang menganut sistem reliable service, di mana setiap sesi komunikasi yang dibangun berdasarkan protokol ini harus dipastikan sampai tidaknya.
Pemastian ini dilakukan menggunakan sistem Acknowledge terhadap setiap sesi komunikasi yang terjadi. Dengan demikian, hampir tidak ada informasi routing dari BGP yang tidak sampai ke perangkat tujuannya. Routing protocol BGP yang sekarang banyak
digunakan adalah BGP versi 4 atau lebih sering disingkat sebagai BGP-4.
Bagaimana Karakteristik BGP?
Kecanggihan dan kerumitan BGP sebenarnya dapat diperjelas intinya dengan beberapa karakteristik kunci. Berikut ini adalah karakteristik routing protokol BGP yang
menandakan ciri khasnya:
• BGP adalah Path Vector routing protocol yang dalam proses menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya.
• Routing table akan dikirim secara penuh pada awal dari sesi BGP, update selanjutnya hanya bersifat incremental atau menambahi dan mengurangi routing yang sudah ada saja.
• Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port TCP nomor 179.
• Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
• Kegagalan menemukan sinyal keepalive, routing update, atau sinyal-sinyal notifikasi lainnya pada sebuah router BGP dapat memicu perubahan status BGP peer dengan router lain, sehingga mungkin saja akan memicu update-update baru ke router yang lain.
• Metrik yang digunakan BGP untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi dengan sangat fleksibel. Ini merupakan sumber kekuatan BGP yang sebenarnya. Metrik-metrik tersebut sering disebut dengan istilah Attribute.
• Penggunaan sistem pengalamatan hirarki dan kemampuannya untuk melakukan manipulasi aliran traffic membuat routing protokol BGP sangat skalabel untuk perkembangan jaringan dimasa mendatang.
• BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat informasi prefix-prefix routing yang diterimanya dari router BGP lain. Prefixprefix ini juga disertai dengan informasi atributnya yang dicantumkan secara spesifik di dalamnya.
• BGP memungkinkan Anda memanipulasi traffic menggunakan attribute-attributenya yang cukup banyak. Attribute ini memiliki tingkat prioritas untuk dijadikan sebagai
acuan.
Kapan Saatnya Tidak Menggunakan BGP?
Seperti dijelaskan di atas, BGP merupakan routing protocol yang kompleks dan sulit untuk di-maintain. Dengan demikian, penggunaannya diperlukan keahlian khusus dan juga perangkat router berkemampuan proses yang tinggi. Untuk itu, perencanaan yang baik sangat diperlukan untuk menggunakan BGP. Ada kalanya Anda tidak perlu menggunakan routing protocol ini dalam berhubungan dengan AS lain. Jangan gunakan BGP untuk jaringan dengan situasi seperti berikut ini:
• Hanya ada satu buah koneksi yang menuju ke Internet atau ke AS lain. Jaringan ini sering disebut dengan istilah singlehoming.
• Policy routing untuk ke Internet dan pemilihan jalur terbaik tidak terlalu diperlukan dalam sebuah AS.
• Perangkat router yang akan digunakan untuk menjalankan BGP tidak memiliki cukup memory dan tenaga processing untuk menangani update informasi dalam jumlah besar dan konstan.
• Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan para administrator jaringannya dalam hal policy routing dan karakteristik BGP lainnya.
• Bandwidth yang kecil yang menghubungkan AS yang satu dengan lainnya.
Inti Internet yang Rumit
Terjadinya sebuah dunia bernama Internet memang sangat rumit. Bagaimana tidak pasalnya semua manusia yang ada di dunia ini ingin dapat dilayani permintaan komunikasinya, tentu sangat rumit, bukan? Kerumitannya ini terlihat juga pada routing protocol yang bertugas mengatur dan menciptakan komunikasi tersebut, yaitu BGP.
BGP memang sangat rumit, namun juga sangat bertenaga dalam melayani kebutuhan penduduk dunia akan internet. Karena kerumitan dan keunikannya inilah BGP begitu menarik untuk dipelajari. Namun untuk mempelajari lebih dalam lagi mungkin perlu training khusus dan pengalaman bertahun-tahun. Anda dapat mengetahui bagaimana dunia internet yang sebenarnya dari mempelajari BGP. Pada edisi selanjutnya akan dibahas bagaimana cara kerja BGP, atribut-atribut BGP, dan pernak-pernik lainnya. Selamat belajar!
Di dalam dunia Internet komunikasi antarpenduduk juga merupakan kebutuhan vital. Bukan hanya vital, justru keperluan berkomunikasilah sumber dan cikal bakal dari terciptanya dunia Internet. Untuk dapat melayani penduduknya berkomunikasi, dibuatlah jalan-jalan penghubungnya. Jalan penghubung dunia Internet adalah media komunikasi data yang jenisnya sangat banyak.
Sebuah jalan kecil dan setapak mungkin dapat dibentuk oleh sebuah line telepon yang biasa ada di rumah-rumah Anda. Jalan yang agak besar mungkin dapat dibentuk oleh koneksi leased line, ADSL, Cable, ISDN, dan banyak lagi. Jalan raya yang besar mungkin bisa Anda bangun dengan koneksi E1 2 Mbps, Fiber Optic, koneksi Fast ethernet, dan banyak lagi. Jalan udara yang tidak berkelok-kelok dapat digunakan media wireless. Semua koneksi tersebut adalah pembuka jalur komunikasi ke dunia Internet.
Namun, sampai di sini cara kerja dunia Internet mulai berbeda dengan dunia nyata. Jalan-jalan yang di bentuk di dunia Internet harus terkoneksi ke kota-kota kecil, yaitu server-server remote access dan perangkat jaringan. Perangkat tersebut adanya di ISP, ibu kota dari penduduk tersebut. Dengan demikian, semua komunikasi yang terjadi antarpara penduduk di Internet harus melewati ibu kotanya dulu. Baik penduduk yang ada di satu kota maupun dengan penduduk yang ada di belahan Bumi lainnya.
Jika masih dalam satu kota, ISP tidak perlu melempar sesi komunikasi penduduknya keluar benua, karena jika masih satu daerah biasanya ada jalan singkat menuju ke situs lokal. Jalan singkat inilah yang sering kita kenal dengan istilah Internet Exchange.
Internet Exchange merupakan kumpulan dari seluruh ISP yang ada di sebuah daerah. Tujuannya adalah agar jalur komunikasi dalam sebuah geografis yang sama tidak perlu dilarikan ke luar benua Internet. Di Indonesia, Internet Exchange-nya adalah bernama Indonesia Internet Exchange (IIX).
Jalan singkat lain juga dapat terbentuk kalau sebuah ISP memiliki jalur pribadi khusus yang menghubungkannya dengan ISP lain. Jalur pribadi ini sering disebut dengan istilah Private peering. Jalur ini bagaikan jalan tol lintas provinsi yang dapat langsung menghubungkan penduduk di dalamnya tanpa harus berkelok-kelok lagi.
Bagaimana jika situs yang ingin dituju ternyata berada di benua Internet lain? Mau tidak mau ISP harus melempar sesi komunikasi tersebut ke benua Internet yang terdekat ke situs tersebut. Atau paling tidak ke NAP-NAP provider yang berada di atas ISP tersebut. Kemudian NAP provider-lah yang membangun jalur komunikasi antarbenua Internet lain dan mencarikan jalan terbaik menuju ke situs tujuan.
Untuk menuju ke sebuah situs tujuan tentu juga akan melewati benua-benua dan juga kota-kota lain di belahan dunia Internet lain. Begitu seterusnya sehingga dunia Internet terbentuk sedemikian besarnya saat ini. Jadi inti sebenarnya Internet adalah merupakan kumpulan dari jaringan-jaringan kecil yang dijadikan satu.
Untuk melayani penggunanya untuk berkomunikasi dengan situs atau pengguna yang berada di benua lain, ISP harus memiliki sebuah komponen penting, yaitu informasi rute menuju ke lokasi yang diinginkan penggunanya. ISP tempat Anda terkoneksi mutlak harus mengetahui jalur-jalur mana saja yang dapat digunakan untuk menyambungkan komunikasi para penggunanya. Jalan-jalan yang banyak terbentang di dunia Internet mau tidak mau harus dikumpulkan oleh ISP untuk kemudian disimpan atau disebarkan lagi ke
penggunanya.
Proses pengumpulan dan maintenance informasi rute inilah yang terpenting dalam proses terjadinya Internet. Terjadinya proses ini merupakan tugas utama dari sebuah routing protocol. Untuk menangani tugas ini, dunia Internet mempercayakan satu nama routing protocol, yaitu BGP.
Apakah BGP?
Border Gateway Protocol atau yang sering disingkat BGP merupakan salah satu jenis routing protocol yang ada di dunia komunikasi data. Sebagai sebuah routing protocol, BGP memiliki kemampuan melakukan pengumpulan rute, pertukaran rute dan menentukan rute terbaik menuju ke sebuah lokasi dalam jaringan. Routing protocol juga pasti dilengkapi dengan algoritma yang pintar dalam mencari jalan terbaik. Namun yang membedakan BGP dengan routing protocol lain seperti misalnya OSPF dan IS-IS ialah, BGP termasuk dalam kategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP). Apa lagi itu EGP?
Sesuai dengan namanya, Exterior, routing protocol jenis ini memiliki kemampuan melakukan pertukaran rute dari dan ke luar jaringan lokal sebuah organisasi atau kelompok tertentu. Organisasi atau kelompok tertentu diluar organisasi pribadi sering disebut dengan istilah autonomous system (AS). Maksudnya rute-rute yang dimiliki oleh sebuah AS dapat juga dimiliki oleh AS lain yang berbeda kepentingan dan otoritas. Begitu juga dengan AS tersebut dapat memiliki rute-rute yang dipunya organisasi lain. Apa untungnya organisasi lain memiliki rute milik organisasi Anda dan sebaliknya?
Keuntungannya adalah organisasi Anda bisa dikenal oleh organisasi-organisasi lain yang Anda kirimi rute. Setelah dikenali rute-rute menuju lokasi Anda, banyak orang yang dapat berkomunikasi dengan Anda. Selain itu, Anda juga menerima rute-rute menuju ke organisasi lain, sehingga Anda juga dapat membangun komunikasi dengan para pengguna yang tergabung di organisasi lain. Dengan demikian, komunikasi dapat semakin luas menyebar.
BGP dikenal sebagai routing protocol yang sangat kompleks dan rumit karena kemampuannya yang luar biasa ini, yaitu melayani pertukaran rute antarorganisasi yang besar. Routing protocol ini memiliki tingkat skalabilitas yang tinggi karena beberapa organisasi besar dapat dilayaninya dalam melakukan pertukaran routing, sehingga luas sekali jangkauan BGP dalam melayani para pengguna jaringan.
Apa yang akan terjadi jika banyak organisasi di dunia ini yang saling berkumpul dan bertukar informasi routing? Yang akan dihasilkan dari kejadian ini adalah INTERNET. Maka dari itu, tidak salah jika BGP mendapat julukan sebagai inti dari eksisnya dunia Internet.
Apakah Autonomous System?
Analogi Autonomous System atau sering disingkat AS adalah bagaikan sebuah perusahaan tempat Anda bekerja. Sebuah perusahaan memiliki peraturannya sendiri, memiliki struktur organisasi sendiri, memiliki produknya sendiri, memiliki gayanya sendiri dalam berbisnis dan memiliki privasinya sendiri. Semua itu, tidak perlu diketahui oleh orang lain di luar perusahaan Anda, bukan?.
Namun, apa jadinya jika perusahaan tersebut menghasilkan sebuah produk yang harus dijual ke masyarakat? Tentu pertama-tama produk itu haruslah diketahui orang lain di luar perusahaan tersebut. Produk hasilnya diketahui orang lain bukan berarti seluruh isi perut perusahaan tersebut bisa diketahui oleh pihak lain, bukan? Kira-kira analogi Autonomous System dalam BGP sama seperti ini.
Jaringan internal sebuah organisasi bisa terdiri dari berpuluh-puluh bahkan ratusan perangkat jaringan dan server. Semuanya bertugas melayani kepentingan organisasi tersebut, sehingga otoritas dan kontrolnya hanya boleh diatur oleh organisasi tersebut. Cisco System, sebuah perusahaan pembuat perangkat jaringan mendefinisikan Autonomous System sebagai “Sekumpulan perangkat jaringan yang berada di bawah administrasi dan strategi routing yang sama”.
Autonomous System biasanya ditentukan dengan sistem penomoran. Sistem penomoran AS di dunia Internet diatur oleh organisasi Internet bernama IANA. Apa dan bagaimana sistem penomoran AS number ini akan dibahas di bawah nanti?
Apa Analogi untuk BGP?
Jika AS diumpamakan sebagai sebuah perusahaan, routing protocol BGP dapat diumpamakan sebagai divisi marketing dan promosi dalam sebuah perusahaan. Divisi marketing memiliki tugas menginformasikan dan memasarkan produk perusahaan tersebut. Divisi marketing memiliki tugas menyebarkan informasi seputar produk yang akan dijualnya. Dengan berbagai siasat dan algoritma di dalamnya, informasi tersebut disebarkan ke seluruh pihak yang menjadi target pasarnya. Tujuannya adalah agar mereka mengetahui apa produk tersebut dan di mana mereka bisa mendapatkannya.
Selain itu, divisi marketing juga memiliki tugas melakukan survai pasar yang menjadi target penjualan produknya. Para pembeli dan pengecer produk juga akan memberikan informasi seputar keinginan dan kebutuhan mereka terhadap produk yang dijual perusahaan tersebut. Divisi marketing juga perlu mengetahui bagaimana kondisi, prosepek, rute perjalanan, karakteristik tertentu dari suatu daerah target penjualannya. Jika semua informasi tersebut sudah diketahui, maka akan diolah menjadi sebuah strategi marketing yang hebat.
BGP memiliki tugas yang kurang lebih sama dengan divisi marketing dan promosi pada sebuah perusahaan. Tugas utama dari BGP adalah memberikan informasi tentang apa yang dimiliki oleh sebuah organisasi ke dunia di luar. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan pada dunia luar alamat-alamat IP apa saja yang ada dalam jaringan tersebut. Setelah dikenal dari luar, server-server, perangkat jaringan, PC-PC dan perangkat komputer lainnya yang ada dalam jaringan tersebut juga dapat dijangkau dari dunia luar. Selain itu, informasi dari luar juga dikumpulkannya untuk keperluan organisasi tersebut berkomunikasi dengan dunia luar.
Dengan mengenal alamat-alamat IP yang ada di jaringan lain, maka para pengguna dalam jaringan Anda juga dapat menjangkau jaringan mereka. Sehingga terbukalah halaman web Yahoo, search engine Google, toko buku Amazon, dan banyak lagi.
Mengapa Menggunakan BGP?
BGP merupakan satu-satunya routing protocol yang dapat digunakan untuk menghubungkan dua organisasi besar yang berbeda kepentingan. Meskipun routing protocol jenis EGP bukan hanya BGP saja, namun tampaknya BGP sudah menjadi standar internasional untuk keperluan ini. Hal ini dikarenakan BGP memiliki fitur-fitur yang luar biasa banyak dan fleksibel.
Mulai dari pengaturan frekuensi routing update, sistem pembangunan hubungan dengan AS tetangga, sistem hello, policy-policy penyebaran informasi routing, dan banyak lagi fitur lain yang dapat Anda modifikasi dan utak-atik sendiri sesuai dengan selera. Maka dari itu BGP merupakan routing protocol yang dapat dikontrol sebebasbebasnya oleh pengguna. Dengan demikian, banyak sekali kebutuhan yang dapat terpenuhi dengan menggunakan BGP.
BGP juga sangat tepat jika sebuah perusahaan memiliki jalur menuju internet yang berjumlah lebih dari satu. Kondisi jaringan dimana memiliki jalur keluar lebih dari satu buah ini sering disebut dengan istilah multihoming. Jaringan multihoming pada umumnya adalah jaringan berskala sedang sampai besar seperti misalnya ISP, bank, perusahaan minyak multinasional, dan banyak lagi. Biasanya jaringan ini memiliki blok IP dan nomor AS sendiri.
Peranan BGP dalam jaringan multihoming ini sangat besar. Pertama, BGP akan berperan sebagai routing protocol yang melakukan pertukaran routing dengan ISP atau NAP yang berada di atas jaringan ini. Kedua, BGP dengan dipadukan oleh pengaturan policy-policynya yang sangat fleksibel dapat membuat sistem load balancing traffic yang keluar masuk. Bagaimana membuat sistem load balancing dengan menggunakan BGP akan dibahas pada artikel edisi berikutnya.
Selain itu, BGP juga merupakan routing protocol yang sangat reliable kerjanya. Hal ini dikarenakan BGP menggunakan protokol TCP untuk berkomunikasi dengan tetangganya
dalam melakukan pertukaran informasi. TCP merupakan protokol yang menganut sistem reliable service, di mana setiap sesi komunikasi yang dibangun berdasarkan protokol ini harus dipastikan sampai tidaknya.
Pemastian ini dilakukan menggunakan sistem Acknowledge terhadap setiap sesi komunikasi yang terjadi. Dengan demikian, hampir tidak ada informasi routing dari BGP yang tidak sampai ke perangkat tujuannya. Routing protocol BGP yang sekarang banyak
digunakan adalah BGP versi 4 atau lebih sering disingkat sebagai BGP-4.
Bagaimana Karakteristik BGP?
Kecanggihan dan kerumitan BGP sebenarnya dapat diperjelas intinya dengan beberapa karakteristik kunci. Berikut ini adalah karakteristik routing protokol BGP yang
menandakan ciri khasnya:
• BGP adalah Path Vector routing protocol yang dalam proses menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya.
• Routing table akan dikirim secara penuh pada awal dari sesi BGP, update selanjutnya hanya bersifat incremental atau menambahi dan mengurangi routing yang sudah ada saja.
• Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port TCP nomor 179.
• Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
• Kegagalan menemukan sinyal keepalive, routing update, atau sinyal-sinyal notifikasi lainnya pada sebuah router BGP dapat memicu perubahan status BGP peer dengan router lain, sehingga mungkin saja akan memicu update-update baru ke router yang lain.
• Metrik yang digunakan BGP untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi dengan sangat fleksibel. Ini merupakan sumber kekuatan BGP yang sebenarnya. Metrik-metrik tersebut sering disebut dengan istilah Attribute.
• Penggunaan sistem pengalamatan hirarki dan kemampuannya untuk melakukan manipulasi aliran traffic membuat routing protokol BGP sangat skalabel untuk perkembangan jaringan dimasa mendatang.
• BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat informasi prefix-prefix routing yang diterimanya dari router BGP lain. Prefixprefix ini juga disertai dengan informasi atributnya yang dicantumkan secara spesifik di dalamnya.
• BGP memungkinkan Anda memanipulasi traffic menggunakan attribute-attributenya yang cukup banyak. Attribute ini memiliki tingkat prioritas untuk dijadikan sebagai
acuan.
Kapan Saatnya Tidak Menggunakan BGP?
Seperti dijelaskan di atas, BGP merupakan routing protocol yang kompleks dan sulit untuk di-maintain. Dengan demikian, penggunaannya diperlukan keahlian khusus dan juga perangkat router berkemampuan proses yang tinggi. Untuk itu, perencanaan yang baik sangat diperlukan untuk menggunakan BGP. Ada kalanya Anda tidak perlu menggunakan routing protocol ini dalam berhubungan dengan AS lain. Jangan gunakan BGP untuk jaringan dengan situasi seperti berikut ini:
• Hanya ada satu buah koneksi yang menuju ke Internet atau ke AS lain. Jaringan ini sering disebut dengan istilah singlehoming.
• Policy routing untuk ke Internet dan pemilihan jalur terbaik tidak terlalu diperlukan dalam sebuah AS.
• Perangkat router yang akan digunakan untuk menjalankan BGP tidak memiliki cukup memory dan tenaga processing untuk menangani update informasi dalam jumlah besar dan konstan.
• Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan para administrator jaringannya dalam hal policy routing dan karakteristik BGP lainnya.
• Bandwidth yang kecil yang menghubungkan AS yang satu dengan lainnya.
Inti Internet yang Rumit
Terjadinya sebuah dunia bernama Internet memang sangat rumit. Bagaimana tidak pasalnya semua manusia yang ada di dunia ini ingin dapat dilayani permintaan komunikasinya, tentu sangat rumit, bukan? Kerumitannya ini terlihat juga pada routing protocol yang bertugas mengatur dan menciptakan komunikasi tersebut, yaitu BGP.
BGP memang sangat rumit, namun juga sangat bertenaga dalam melayani kebutuhan penduduk dunia akan internet. Karena kerumitan dan keunikannya inilah BGP begitu menarik untuk dipelajari. Namun untuk mempelajari lebih dalam lagi mungkin perlu training khusus dan pengalaman bertahun-tahun. Anda dapat mengetahui bagaimana dunia internet yang sebenarnya dari mempelajari BGP. Pada edisi selanjutnya akan dibahas bagaimana cara kerja BGP, atribut-atribut BGP, dan pernak-pernik lainnya. Selamat belajar!
Rabu, 22 Juli 2009
Meningkatkan Kevepatan PC dengan Super Speed SuperCache 3.0.2.0

SuperSpeed SuperCache 3.0.2.0 adalah software yang bisa anda gunakan untuk meningkatkan performa program dan komputer anda dengan cara membuat cache di RAM anda untuk program atau data yang sering ana akses. hal ini akan menghilangkan keterlambtan respon atau bottleneck yang sering terjadi di komputer sehingga komputer dan program bisa berjalan dengan jauh lebih cepat.
SuperSpeed SuperCache 3.0.2.0 sangat cocok untuk kasus kasus sebagai berikut :
1. Ukuran data file lebih besar daripada ukuran physical memory atau RAM
2. Data file terletak di disk drive dengan partisi ukuran besar yang tidak sesuai dengan besarnya RAM sehingga sering terjadi bottleneck atau lack yang memperlambat kinerja komputer anda.
3. Tidak ada resiko kehilangan data.
SuperSpeed SuperCache 3.0.2.0 berbeda dengan RAMDisk atau produk supervolume lainnya. Hal ini karena SuperSpeed SuperCache 3.0.2.0 mempunyai sistem manajemen cache yang jauh lebih canggih. SuperSpeed SuperCache 3.0.2.0 akan mendeteksi file mana yang perlu di buat cache di RAM dan mana yang tidak perlu sehingga tidak semua data akan terletak di cache memori. Hal ini akan amat sangat meningkatkan kecepatan dan akselerasi program serta komputer anda.
Download software SuperSpeed SuperCache 3.0.2.0 gratis di link di bawah ini :
http://852a4c0f.realfiles.net
Download Juga:
1. Memperbaiki bad sector hardisk dengan Dposoft HDD Regenerator
2. Data Aman dengan USB Lock AutoProtect v2.5.0
3. Menyelamatkan data di CD / DVD Rusak dengan IsoBuster Pro Final 2.5.5
4. Memperbaiki Dokumen Office dengan Advanced Office Repair v1.5
5. Mengedit file CHM dengan CHM Editor
Belajar mengetik cepat dengan Typing Master Pro v7

Anda capek mengetik terlalu lama di depan komputer, atau anda capek mengetik berlembar – lembar dokumen anda?? simpan dan hemat waktu anda saat mengetik di depan layar komputer dengan mengetik cepat. Typing Master Pro v7 adalah software yang akan membimbing anda untuk bisa mengetik dengan cepat.
Typing Master Pro v7 terbukti ampuh dalam melatih anda mengetik dengan cepat dan benar. dengan mengetik cepat, maka waktu anda tidak akan terbuang sia – sia dan proses mengetik anda akan berlangsung berkali – kali lipat jauh lebih cepat.
Saya sudah membuktikan sendiri keampuhan Typing Master Pro v7 dalam melatih kecepatan mengetik saya. Kini saya bisa mengetik dengan 10 jari dan dengan cepat. 5 posting setiap hari bisa saya selesaikan dalam waktu 30 menit saja..wow..padahal sebelumnya bisa habis waktu sekitar 1 – 1,5 jam untuk menyelesaikannya..hehe
Typing Master Pro v7 memiliki fitur dan metode training yang benar – benar ampuh dalam melatih anda mengetik cepat. selain melatih anda untuk bisa mengetik dengan cepat, menggunakan 10 jari anda, dan mengetik tanpa melihat monitor, Typing Master Pro v7 juga akan melatih anda mengetik dengan benar dan menyenangkan. Dengan Typing Master Pro v7 tidak perlu lama untuk belajar megetik dan tidak perlu guru. Anda cukup download, install dan selamat berlatih dengan cepat.
password : www.crackedsoftwares.com
http://rapidshare.com/files/197946628/Typing_Master_v7_patc___MrIndia__.rar
Related posts:
1. Memory Improve Master Memory Imp
2. Tutorial Belajar PHP Anda ingin
Langganan:
Postingan (Atom)