Jumat, 26 Desember 2008

Familiriazation








How are you SMA Saraswati. Kali ini ada sedikit liputan dari kegiatan anak - anak Saraswati kelas X yaitu Familiarization. Yaitu sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan mereka tentang "KEPARIWISATAAN". Tentu saja, karena sekolah ini adalah sekolah menengah keatas dengan satu bidang plusnya PARIWISATA. Di tingkat awal yaitu ketika siswa duduk di kelas X, siswa diajak untuk berstudy wisata ke hotel atau objek - objek wisata untuk mengenalkan mereka bagaimana sebenarnya dunia Pariwisata tersebut. Sebelumnya mereka mendapat pengenalan awal dari guru mereka yaitu Mr. Nengah Merta dan Mrs. Ayu Suardiasih. Para siswa diberikan berbagai pengarahan tentang persiapan sebelum mereka melaksanakan Familiarization. Mulai cara berpakaian, bersikap dan hal - hal yang boleh serta tidak boleh dilakukan.Pada saat kegiatan ini dilaksanakan siswa sangat diwajibkan untuk berpakaian rapi dan berpenampilan dengan sopan. Setelah mendapat penjelasan yang cukup, mereka sudah siap dilepas untuk mengikuti kegiatan study wisata ini.
Ada beberapa objek wisata yang akan mereka kunjungi, pertama adalah Hotel Inna Grand Bali Beach, Garuda Wisnu Kencana, Pantai Nusa Dua dan Pulau Penyu.
Sesampainya di Hotel Grand Inna Bali Beach, mereka disambut oleh Mr. Dewa Ngurah Susila sebagai Pengelola Pariwisata Saraswati dan Mr. Ketut Sudarsana sebagai Training Manager di Hotel Inna Grand Bali Beach. Kemudian disilakan untuk menuju tempat pembekalan, sebelum mereka diajak berkeliling hotel. Sebelumnya mereka akan mendapat pembekalan tentang Sejarah Hotel Grand Inna Bali Beach, Peristiwa Kebakaran Tahun 1993 serta Fasilitas yang dimiliki oleh hotel ini.
Setelah mendapat penjelasan yang cukup, siswa diajak berkeliling ke dalam hotel melihat fasilitas yang dimiliki oleh hotel ini. Melihat dari dekat persiapan hotel dalam melayani tamu, dengan standar Hotel Bintang LIMA. Banyak fasilitas yang dapat mereka lihat, seperti ruang laundry, dry cleaning, gudang, kitchen dll. Mereka juga diajak berkeliling ke dalam kamar - kamar hotel dengan menggunakan lift, yang merupakan hal kali pertama mereka alami. Para siswa juga tidak lupa diajak mengunjungi Kamar Hotel 327. Ini merupakan satu - satunya kamar yang tidak terbakar pada saat peristiwa kebakaran yang terjadi. Para siswa juga diajak melihat pemandangan dari atas hotel tingkat 10 ini yang begitu menabjubkan. Setelah puas berkeliling, mereka juga tidak lupa berfoto ria di lobby hotel.
Objek wisata kedua yang mereka kunjungi adalah Garuda Wisnu Kencana. Ini adalah objek wisata hasil buah karya putra Bali yang sangat menakjubkan. Direncanakan nantinya patung Garuda Wisnu Kencana ini akan lebih tinggi dari Patung Liberty di Amerika, namun sekarang baru rampung 40%. Pemandangan di sekitar area ini sangat indah dan menakjubkan, semua bangunan di tempat ini langsung dibuat dari Batu Kapur dan langsung dipahat ditempat. Di tempat ini mereka juga sembahyang bersama di sebuah mata air yang keluar dari bebatuan. Menurut guide setempat apabila mereka sembahyang di tempat ini maka permohonan mereka akan dikabulkan.

Rabu, 03 Desember 2008

Climbing, hobi yang berusia ribuan tahun.





Hobi Unik Berusia Ribuan Tahun
Dalam sejarah, manusia selalu berusaha mengalahkan alam untuk survive. Begitu juga dengan panjat tebing, yang lahir dari usaha manusia untuk bertahan hidup di alam bebas.

Mungkin kita sudah biasa atau justru ikut melakukan hobi wall climbing yang sekarang populer. Baik dalam bentuk lomba maupun sekadar mengisi waktu kosong, hobi ini memang cukup mengasyikkan. Apalagi kalau di sekolah kita disediakan papan panjat. Tidak heran kalau dari hobi ini sudah banyak teman-teman kita yang menjalani wall climbing bukan lagi sekadar hobi, tetapi sudah dalam tingkat yang lebih lanjut. Apalagi kalau bukan ikut dalam sebuah kejuaraan, malah menjuarainya.

Wall climbing tersebut merupakan modifikasi dari hobi panjat tebing. Dari namanya sudah ketahuan kalau dua hal ini dibedakan dari medianya; yang satu berdasarkan papan buatan, sedangkan yang lain beneran tebing dari sebuah gunung atau bukit.

Nah, panjat tebing tersebut merupakan sub-bagian dari mountaineering (pendakian gunung), yaitu climbing yang dapat diartikan sebagai pendakian pada tebing-tebing batu atau dinding karang yang membutuhkan peralatan, teknik, dan metode-metode tertentu. Sebagai bagian dari mountaineering atau mendaki gunung, panjat tebing tidak dapat dipisahkan sejarahnya dari perjalanan panjat dan mendaki gunung.

Ribuan tahun
Kegiatan mendaki gunung ini mulai dilakukan manusia sejak berabad-abad yang lalu. Dimulai sejak manusia harus melintasi bukit-bukit atau pegunungan baik untuk melakukan peperangan atau pun ketika melakukan tuntutan hidupnya. Sejarah yang dapat diketahui dari hal ini adalah perjalanan Panglima Kerajaan Carthage, Hanibal, yang dilakukan di pegunungan Alpen di tahun 500 SM. Juga petualangan yang dilakukan Jenghis Khan yang melintasi pegunungan Karakoran dan Kaukasus untuk menaklukan Asia Tengah. Atau pendakian Mount Argulle oleh para tentara Perancis pada tahun 1442.

Dalam sejarah yang lebih maju, pendakian yang gemilang pertama kalinya dilakukan pada tahun 1786, ketika Dr Paccard berhasil mencapai puncak Mount Blanc (4087 m). Saat itu pendakian dan panjat tebing sudah menjadi hobi atau olahraga.

Dalam babak selanjutnya, puncak-puncak Alpen mulai dijajaki para penggemar olahraga alam bebas ini. Dan, memang puncak-puncak pegunungan Alpen hanya bisa dipuncaki dengan mempergunakan teknik-teknik memanjat tebing. Semakin populer ketika Sir Alfred Willis pada tahun 1854 berhasil mencapai puncak Watterhorn (di Swiss, 3708 m). Pendakian ini menjadi batu loncatan terbentuknya perkumpulan pendaki gunung tertua di dunia, British Alpine Club pada tahun 1857.

Sejak babak baru itu, para pendaki semakin sering melakukan pendakian menuju puncak-puncak gunung yang lebih tinggi dan mempunyai tingkat tantangan yang lebih tinggi pula. Keberuntungan dan anugerah akhirnya datang pada Edmunt Hillary dan Tenzing Norgay dalam suatu ekspedisi. Ekspedisi yang dipimpin oleh John Hunt pada tahun 1953 tersebut berhasil memuncaki Everest, sebuah puncak yang menjadi impian para pendaki di dunia. Rangkaian-rangkaian ini merupakan titik temu bahwa panjat tebing merupakan bagian dari kegiatan mendaki gunung. Karena kegiatan memanjat tebing merupakan penunjang kegiatan mendaki gunung.

Olahraga berprestasi
Panjat tebing masuk ke Indonesia seiring dengan berkembangnya teknik mendaki. Harry Suliztiarto, seorang mahasiswa Seni Rupa ITB, memperkenalkan panjat tebing pada tahun 1976. Tepatnya ketika memanjat tebing-tebing alam Citatah. Peristiwa ini kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya organisasi kegiatan alam bebas yang mengkhususkan pada kegiatan memanjat, dengan nama Skygers Amateur Rock Climbing Group.

Pada tahun 1980 kegiatan panjat tebing mulai memasuki babak baru, di mana kegiatan ini bukan lagi bersifat petualangan tetapi telah menjadi olahraga prestasi. Perkembangan ini dimulai ketika diadakannya lomba panjat tebing alam di tebing pantai Jimbaran Bali pada tahun 1987.

Nah, di tahun 1988 diperkenalkan deh dinding panjat tebing buatan (wall climbing) yang langsung diperkenalkan oleh empat pemanjat dari Perancis. Sekaligus membentuk wadah sebagai tempat menyalurkan aspirasi dan hobi serta memanajemen kegiatan panjat tebing agar berjalan dengan baik dengan nama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Pada tahun 1990, untuk pertama kalinya diadakan lomba panjat dinding buatan dengan tinggi papan lima belas meter yang menjadi awal sejarah dimulainya lomba panjat tebing buatan di Indonesia sampai saat ini.

Dasar-dasar panjat tebing
Namanya juga hobi panjat tebing, tentu saja tebing merupakan prasarana dalam kegiatan panjat tebing. Pengetahuan dasar tentang tebing yang harus diketahui antara lain: Bentuk tebing, bagian tebing yang dilihat secara keseluruhan mulai dasar sampai puncak.

Bagian-bagiannya antara lain blank (bentuk tebing yang mempunyai sudut 90 derajat atau biasa disebut vertikal), overhang (bentuk tebing yang mempunyai sudut kemiringan antara 10-80 derajat), roof (bentuk tebing yang mempunyai sudut 0 atau 180 derajat, terletak menggantung), teras (bentuk tebing yang mempunyai sudut 0 atau 180 derajat, terletak menjorok ke dalam tebing), dan top (bagian tebing paling atas yang merupakan tujuan akhir suatu pemanjatan).

Lalu ada soal permukaan tebing yang merupakan bagian dari tebing yang nantinya akan digunakan untuk berpegang dan berpijak dalam suatu pemanjatan. Bagian ini di kategorikan menjadi tiga bagian: face (permukaan tebing yang mempunyai tonjolan), slap/friction (permukaan tebing yang tidak mempunyai tonjolan atau celah, rata, dan mulus tidak ada cacat batuan), dan fissure (permukaan tebing yang tidak mempunyai celah/crack).

Dengan mengenali pengenalan dasar atas medan yang hendak ditempuh, para pemanjat akan langsung bisa mempersiapkan teknik penaklukannya dan mengurangi tingkat kesulitannya.

Untuk memudahkan estimasi tingkat kesulitan tersebut, biasanya digunakan sistem desimal yang dimulai dari angka lima (mengacu pada standar tingkat kesulitan yang dibuat oleh Amerika).

Tingkat kesulitan 5,7-5,8 adalah tingkat kesulitan pemanjatan yang amat mudah. Lintasan pemanjatan untuk pegangan dan pijakan sangat banyak, besar, dan mudah didapat. Sudut kemiringan tebing belum mencapai 90 derajat.

Tingkat kesulitan 5,9. Tingkat kesulitan pemanjatan yang mulai agak sulit karena jarak antara pegangan dan pijakan mulai berjauhan tetapi masih banyak dan besar.

Tingkat kesulitan 5,10. Pada tingkat ini pemanjatan mulai sulit karena komposisi pegangan dan pijakan sudah bervariasi besar dan kecil. Jarak antar celah dan tonjolan mulai berjauhan. Terdapat dua tumpuan tangan dan satu tumpuan kaki, faktor keseimbangan mulai dibutuhkan.

Tingkat kesulitan 5,11. Tingkat kesulitan ini lebih sulit lagi karena letak antara pegangan yang satu dengan pegangan yang lainnya berjauhan dan kecil-kecil yang hanya bisa dipegang oleh beberapa jari saja, kedua tungkai melakukan gerakan melebar agar kaki dapat bertumpu pada tumpuan berikutnya. Keseimbangan tubuh sangat berpengaruh, bentuk tebing yang dilalui pada lintasan ini terdapat variasi antara tebing gantung dan atap.

Tingkat kesulitan 5,13-5,14. Jalur lintasan ini bervariasi antara tebing gantung dan atap dengan satu tumpuan kaki dan satu tumpuan tangan. Pemanjat mulai melakukan gerakan gesek (friction) dan bertumpu pada ujung jari (edging) bahkan harus mengaitkan tumit pada pijakan (hooking).

Selain kriteria kesulitan ini, Negara lain juga membuat tingkat kesulitan sesuai dengan penilaian masing-masing, antara lain Jerman, Perancis, UIAA (Union Internationale des Association Alpines).

Etika panjat tebing
Seperti hobi atau olahraga lain, panjat tebing juga mempunyai etika atau aturan yang disepakati oleh para pelaku hobi ini. Ruang lingkup etika dalam panjat tebing terdiri dari empat hal.

Pertama, masalah teknik pembuatan jalur. Secara umum terdapat dua cara dalam pembuatan jalur, yaitu aliran tradisional dan aliran modern. Pembuatan jalur secara tradisional prinsipnya adalah membuat jalur sambil memanjat.

Teknik ini cenderung bernilai petualangan karena lintasan yang dilewati sama sekali baru, tanpa pengalaman, tanpa dicoba terlebih dahulu. Sementara itu, pembuatan jalur secara modern terdiri dari dua cara. Pertama dengan menggunakan teknik tali tetap (fix rope technique). Pada teknik ini, pembuatan jalur dapat dilakukan dengan cara rappeling bolting atau ascending bolting. Terlebih dahulu pada fix rope yang telah terpasang, sedangkan cara kedua mirip dengan cara pertama, tetapi tidak dengan tali tetapi melainkan dengan menggunakan top rope.

Lalu, ada tentang masalah penamaman jalur. Siapa yang berhak memberi nama pada suatu jalur tidak ada kesepakatan jelas yang mengaturnya. Di Indonesia nama jalur merupakan suatu kesepakatan dari seorang atau sekelompok pembuat jalur.

Masalah keaslian jalur juga masuk dalam poin etika panjat tebing. Masalah keaslian jalur ini biasanya dikaitkan dengan banyaknya jumlah pengaman tetap yang ada pada jalur tersebut. Misalkan satu jalur setinggi lima belas meter dapat dipanjat hanya dengan menggunakan tiga pengaman tetap, maka selanjutnya pemanjat yang kemudian memanjat harus tetap menggunakan tiga pengaman yang pertama, tanpa ditambah atau pun dikurangi, siapapun dia, karena ini secara harfiah telah menjadi jalur resmi dan menjadi paten untuk jalur tersebut.

Dan, yang terakhir soal pengubahan bentuk permukaan tebing. Untuk masalah yang satu ini, hampir semua pemanjat sepakat bahwa hal ini haram hukumnya untuk dilakukan meski untuk menambah kesulitan atau membuat jalur tersebut menjadi mudah. Tetapi, sebagian kecil kawasan pemanjatan menerima perubahan ini, namun hanya pada permukaan tebing yang tanpa cacat sama sekali agar kesinambungan jalur sebelumnya dan sesudah tetap terjaga.

Dengan mengetahui segi-segi dasar (baik soal teknik atau peraturan/etika), diharapkan seseorang mulai bisa mengenali hobi yang sekarang juga jadi cabang olahraga ini. Tentu saja juga diharapkan bisa menjadi salah satu aktivitas populer di kalangan anak muda.
(rad)

Wall Climbing





Materi Panjat Tebing
Created by : I PT. AGUS S. SUMARDIKA, S.Pd.

Mohon maaf berhubung buru-buru saya belum sempat mengedit materi yang saya publish ini

Macam-macam Climbing
Climbing terbagi 5 macam yaitu
1) Bouldering
Pemanjatan tanpa menggunakan alat khusus dengan ketinggian maksimal 5 meter. Pemanjatan ini dilakukan sebagai pemanasan untuk pemanjatan pada medan yang lebh tinggi.
2)Aid Climbing / Artifical Climbing (Direct Aid Climbing)
Pemanjatan tebing ini dilakukan dengan menggunakan alat yang selengkap-lengkapnya
3) Bigwall Climbing (Indireck Aid Climbing)
Pemanjatan dengan menggunakan alat atau tidak dengan maksimal ketinggian 5 meter.
4) Free Climbing
Pemanjatan dengan menggunakan alat pengaman seadanya.
5) Free Soloing Pemanjatan ini biasanya dilakukan oleh master-master climbing karena memerlukan pengetahuan tentang climbing lebih jauh dan pemanjatan ini dilakukan tanpa pengaman sama sekali pada tebing-tebing yang tinggi.

2.2 Latihan Fisik
Seorang climber biasanya melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan pemanjatan. Latihan fisik yang biasanya dilakukan diantaranya:
1) Push up
(min 100x dalam satu waktu), kegunaannya yaitu untuk melatih jari agar lebih kuat dalam memegang point.
2)Full up (min 15x dalam satu waktu), kegunaannya yaitu untuk melatih otot tangan .
3)Sit up (min 75x dalam satu waktu),
kegunaannya yaitu untuk melatih otot perut.
4)Lari kegunaanya untuk melatih kaki agar tidak kram saat melakukan pemanjatam
5)Jumping jack2.3 Peralatan Climbing1) TaliTali dibagi 2 macam Tali serat alam (tali dadung).

Tali serat sintetis
Tali serat sintetis menjadi dibagi 2 yaitu :
a. Tali Hau serlaid (terbuat dari nilon)
b. Tali Kern mantel, tali ini dibagi 2 bagian yaitu bagian mantel biasanya bagian ini terbuat dari kain khusus dan bagian inti yang umumnya bagian ini terbuat dari serabut-serabut nilon.

Tali kern mantel ada 3 jenis yaitu:
a. Dinamis, tali ini lentur dengan daya regang sekitar 30 % biasa digunakan untuk climbimg
b. Statis, tali ini kurang lentur dan daya regang sekitar 15% biasa digunakan untuk rappelling.
c. Semi, daya regang antara dinamis dan statis dapat digunakan untuk climbing maupun rappelling.

Cara perawatan tali
1. Usahakan tali jangan terlalu banyak terkena sinar matahari
2. Jaga tali jangan sampai tergesek benda tajam
3. Cuci tali kemudian keringkan di tempat yang tidak terlalu panas
4. Bila sudah kering gosok tali dengan menggunakan lilin

Hal yang dapat merusak tali
1.Tergesek benda tajam
2.Terlalu banyak terkena sinar matahari
3.Pemakaian yang tidak selayaknya, missal:tali dinamis dipakai untuk rappeling

2) Carabiner
Carabiner adalah pengaman pemanjat berupa cincin kail yang meyambungkan raner dengan badan climber yang dipasang pada harness.

Bahan-bahan carabiner:
1. Besi Baja
2. Campuran alumunium

Jenis pinti carabiner:
1.Memakai kunci (screw gate,), carabiner jenis ini lebih aman tapi sulit untuk dipasang atau dilepas
2.Tanpa kunci, carabiner ini lebih mudah untuk dipasang dan dilepas tapi keamanannya tidak seperti carabiner screw gate.

3) Harnes yaitu pengaman yang dipakai oleh climber
Jenisnya yaitu:
-sit harness
-full boby (body harness)

4) SlinkSlink yaitu tali penggabung carabiner
Slink ada 2 macam yaitu:
a slink pita dapat digunakan untuk menyambung carabiner
b.slink prusik

5) Raner
Raner yaitu gabungan antara carabiner dan slink
6)Sepatu Panjat
Sepatu panjat biasanya terbuat dari karet mentah, bagian depan dari sepatu panjat ini lebih keras agar kaki climber tidak sakit.
7) Webing
Webing biasanya digunakan untuk pengaman badan climber pengganti harness yang umumnya terbuat dari nilon.
Kapasitas menahannya sekitar 4000 pon dan kekuatan menahannya tergantung dari simpulnya.
8) Piton
Piton biasanya digunakan pada saat memanjat tebing alam fungsinya sebagai pengaman pemanjatan pengganti raner yang digunakan pada bongkahan-bongkahan batu.9) Cok
Cok bermacam-macam bentuknya, diantaranya bentuk persegi empat dan persegi enam. Bentuk segi empat panjangnya dari ½ cm-1 ½ cm dipasang pada bongkahan-bongkahan tebing, segienam ukuran panjangnya 2cm-5cm. Tali cok terbuat dari baja. Keuntungan menggunakan cok sebagai raner pada bongkahan-bongkahan batu ditebing adalah dapat dilepas kembali dengan menggunakan alat pembukanya.
10) Figure of eight Digunakan pada biley/ rappelin
11) Glops
Sarung tangan yang biasa dipakai oleh biley/ rappeling untuk menghindari gesekan langsung ke tali.

12) Helmet
Helmet digunakan sebagai pelindung kepala climber.

13)Chock Bag
Digunakan sebagai pengemas chock(magnesium) yang fungsinya untuk tangan dan kaki agar tidak licin ssat memanjat.

14) Stik Plan
Digunakan sebagai duscander untuk menuruni tebing umumnya terbuat dari alumunium.

15) Rock Bandering
Pada zaman dahulu sering digunakan untuk mengemas peralatan panjat, tapi sekarang sudah tidak dipakai karena telah ditemukan harness untuk membawa peralatan panjat.

16)Ascander
Ascander digunakan untuk naik diudara(bukan pada tebing) dapat juga digunakan untuk menaiki tebing yang posisinya vertical.

17)Discander
Discander digunakan untuk turun dengan menggunakan tali bukan pada tebing.

18) Pulley
Pulley digunakan untuk mengangkat peralatan dari bawah kepuncak tebing, bentuknya seperti katrol kecil dan terbuat dari campuran beton dan alumunium.

2.4 TEKNIK PEMANJATAN
A.Kategori pemanjatan berdasarkan kondisi permukaan tebing
:Face climbing
Fristion Climbing
Fissure Climbing

B. Tumpuan
Tumpuan tangan
Tumpuan kaki

C. Gerakan
1. pemilihan jalur
2. keseimbangan dan koordinasi
3. penyesuaian tubuh terhadap tumpuan
4. penghematan energi dan istirahat
5. Traversing
6. janning, crack climbing, cinney
7. mantlehelp
8. ‘ v ‘ dan operhang
9. climbing down

2.5 BILEY
Biley adalah orang yang menentukan keselamatan dari climber oleh karena itu seorang biley harus berkonsentrasi penuh untuk menghindari kecelakaan pada climber. Maka dari itu dibutuhkan komunikasi dan kekompakan yang baik antara climber dan biley.

2.6 TEKNIK PEMASANGAN
Dalam pemasangan instalasi climbing, tali tidak boleh terkena / tergesek tebing langsung karena dapat merusak tali oleh karena itu diperlukan carabiner da slink untuk mengikat tali. Pemasangannya harus tepat dan benar untuk menghindari kecelakaan dan untuk memberikan rasa aman, nyaman pada saat pemanjatan.


Kategori: Pecinta Alam

English is easy...



« Peranan Bahasa Inggris
Bahasa Inggris sebagai sara komunikasi »
Cara Belajar Bahasa Inggris

Ditulis oleh IPT. AGUS S. SUMARDIKA, S.Pd. Tanggal 4 Desember 2008, pas mengawas Ulangan Umum Bahasa Inggris di SMA Sarasawati

BELAJAR DENGAN CARA ALAMI

Apakah anda pernah berpikir bagaimana anak-anak yang masih kecil dapat mempelajari bahasa yang baru dengan sangat mudah dan cepat? Satu hal yang pasti: mereka tidak membutuhkan guru dan buku untuk melakukannya. Mereka belajar secara alami dengan melihat, mendengar dan mengulang. Yang mereka butuhkan adalah keinginan untuk belajar dan lingkungan yang kaya akan pengalaman bahasa.

Di English Training Centre (ETC) kami menggunakan metode alami yang sama untuk menolong anda mahir dalam berbahasa Inggris.

Kami memperkenalkan anda pada karakter-karakter yang akan memperlihatkan bagaimana bahasa Inggris digunakan pada kehidupan sehari-hari. Anda akan melihat, mendengar dan berlatih percakapan-percakapan yang menarik. Anda pun akan mempelajari kosa kata sehari-hari, ungkapan-ungkapan dan cara pengucapan. Dengan meniru pembicara asli, anda akan belajar berbahasa Inggris dengan lancar.

BELAJAR DENGAN CARA ILMIAH

Kami meningkatkan percakapan-percakapan dengan latihan-latihan yang interaktif sehingga anda mampu berlatih dan mengembangkan topik yang telah dipelajari. Latihan-latihan ini dibuat agar dapat merangsang keahlian anda berbahasa dengan cepat dan efisien dari tingkat menghafal jangka pendek ke tingkat menghafal jangka panjang.

Belajar yang baik adalah dimana tersimpannya kemampuan menghafal untuk jangka panjang. Ketika ini terjadi, anda akan mampu untuk berbahasa Inggris secara kreatif dan menggunakannya pada situasi-situasi yang baru.

Sehingga anda menjadi selangkah lebih maju!

BELAJAR DENGAN CARA DEWASA

Sadarilah, bahwa kita bukan anak kecil lagi! Untungnya, anda tetap dapat menggunakan teknik belajar alami yang terjadi ketika anda masih kecil. Tetapi sekarang dapat merangsang keingintahuan anda pada pentingnya belajar bahasa Inggris.

Itulah mengapa kursus di English Training Centre (ETC) dilengkapi dengan materi-materi grammar. Kami mengerti bahwa bagi anda kelancaran berbahasa tidak cukup. Anda ingin bahasa Inggris anda TEPAT. Latihan-latihan yang menarik pada bagian animasi kami serta CD ROM grammar yang interaktif dapat memberi anda rasa percaya diri yang anda butuhkan.

Cara berpacaran sehat.


Tips Berpacaran Sehat

BANYAK alasan remaja berpacaran. Ada yang bilang, "kalau tidak pacaran berarti tidak gaul". Lantas, sering pula muncul pertanyaan, "Ngapain aja sih kalau pacaran?" Remaja yang sedang punya dorongan seksual "tegangan tinggi" biasanya ada yang melakukan aktivitas seksual dan tidak sadar bahwa itu semua adalah awal "bencana". Apa saja "bencana"? Berikut sejumlah hal sebagaimana ditulis www.gloria.com.


* Tertular Penyakit -- Penyakit menular seksual (PMS) seperti kencing nanah (GO), siphilis, kutil kelamin, hepatitis, bahkan HIV/AIDS. PMS ini mungkin terjadi kalau ternyata pacar kita suka gonta-ganti pasangan, terutama yang sering melakukan hubungan seksual dengan orang yang berisiko tinggi tanpa menggunakan pengaman. Bagi pria, PMS ini mudah diketahui karena alat kelaminnya berada di luar sehingga langsung dapat diobati. Sedangkan buat wanita, PMS baru ketahuan kalau sudah parah karena organ reproduksinya berada di dalam, sering terlambat untuk diobati. Risiko dari PMS ini salah satunya adalah menyebabkan kemandulan.

* Bisa Hamil -- Kalau biasanya kehamilan adalah suatu anugerah, tetapi kehamilan yang satu ini adalah musibah. Melakukan hubungan seks kala pacaran berisiko besar atas terjadinya kehamilan. Remaja sering tak mengetahui bahwa kegiatan petting juga mempunyai risiko hamil, walaupun tidak sebesar risiko intercourse atau hubungan seksual. Sperma yang keluar dari penis saat terjadinya ejakulasi bisa saja masuk ke liang vagina dan berenang ke rahim sehingga membuahi ovum dan terjadilah kehamilan. Mitos bahwa melakukan hubungan seksual satu kali tidak akan menyebabkan kehamilan juga ikut berperan dalam terjadinya "musibah" ini.

* Pernikahan Dini -- Yang satu ini bukan judul sinetron, tetapi risiko lain dari berpacaran dengan berhubungan seks. Meski bayi dalam kandungan lahir berayah, tetapi apakah menikah berarti menyelesaikan masalah? Remaja yang emosinya masih labil sebetulnya belum siap secara psikologis untuk menjadi orangtua. Bayangkan, tiap malam mesti bangun kalau bayinya ngompol atau lapar minta susu, belum lagi kalau si kecil sakit. Bayi juga menuntut perhatian ekstra, padahal remaja juga masih butuh perhatian. Terus, sekolahnya juga bagaimana kalau tiap hari harus mengasuh bayi dari pagi sampai malam?

* Bahaya Aborsi -- Nah, kalau tidak nikah, ingin meneruskan sekolah, remaja yang terlanjur hamil biasanya memilih jalan aborsi. Apa benar aborsi jalan keluar terbaik? Aborsi bisa menyebabkan infeksi kalau peralatannya tidak steril, menyebabkan kanker rahim juga kalau kuretasenya tidak bersih, kemandulan juga bisa terjadi karena aborsi dan yang paling parah bisa menyebabkan kematian kalau tidak dilakukan secara benar. Secara kejiwaan, aborsi bisa menimbulkan depresi berat dan rasa bersalah yang berat.

***



Lantas, bagaimana remaja mesti berpacaran yang sehat? Berikut ini tips-nya:

* Beraktivitas Positif -- Seru juga lho kalau pacaran sambil kursus keterampilan yang bisa menunjang prestasi. Dijamin bakal semangat kursusnya. Kalau tidak ingin bergabung kursus, bisa juga cari aktivitas bersama pacar. Olahraga bersama boleh dicoba. Lari keliling lapangan sepak bila lima kali akan terasa tidak capek. Jadi, pacaran iya, sehat juga iya.

* Hindari Tempat Sepi -- Kata Nenek, berduaan itu bisa berbahaya. Apalagi tempatnya agak gelap, wah bisa lebih bahaya. Lalu? Paling enak kalau pacaran sambil bergabung bersama teman-teman. Selain menghindar dari "gangguan" nafsu berhubungan seks, kita juga tidak bakal di-cuekin sama teman-teman karena selalu berduaan.

* Katakan "Tidak" -- Bukan cuma drugs yang harus di-"say no"-kan, free sex juga. Jadi, katakan "tidak" untuk free sex. Kalau pacar kita melakukan sesuatu yang tidak kita suka, apalagi menjurus ke aktivitas seksual, maka kita harus berani bilang "tidak". Jangan takut kalau diancam putus, kan kita jadi tahu pacar kita bukan "orang baik". Kalau kita mengalami paksaan atau bahkan kekerasan, jangan ragu melapor kepada yang berwajib. (*)



Posted by Kurt Donie Cobain at 12:08

Labels: Tips dan Tricks | Hotlinks: DiggIt! Del.icio.us